Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Oleh : Arry Rahmawan

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari sebuah tulisan. Bahkan bukan hanya sekedar manfaat, tetapi sudah banyak sekali tulisan yang membuat perubahan-perubahan besar dalam sejarah umat manusia. Tulisan dapat dikatakan sebagai cara untuk mengikat ilmu agar tidak hilang. Kalau boleh sedikit cerita, beberapa tulisan Kak Arry di blog ini sempat menginspirasi pembacanya untuk menjadi penulis juga. Banyak dari mereka yang kemudian konsultasi bagaimana cara dan kiat-kiat menulis. Kak Arry sendiri selama ini menulis sebenarnya sebagai media ‘belajar tanpa henti.’ Kak Arry belum merasa sebagai seorang penulis produktif dan ahli lho, karena semua yang Kak Arry tulis di blog ini adalah apa yang terlintas di pikiran dan biasanya dari jawaban-jawaban konsultasi alias coret-coretan Kak Arry sendiri.

Tetapi setelah dipikir, ternyata Kak Arry sudah menghasilkan lebih dari 500 artikel dalam 2 tahun terakhir yang tersebar di berbagai media massa, termasuk blog ini. Selain itu alhamdulillah Kak Arry juga sudah menghasilkan 2 buah buku untuk pengembangan diri pelajar dan remaja dalam waktu 2 bulan. Memang belum banyak dan masih harus dilakukan perbaikan, tetapi kali ini Kak Arry akan mencoba untuk menjabarkan 8 resep menjadi penulis produktif versi Pribadi CerdasMulia™. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang ingin menghasilkan karya abadi berupa tulisan secara konsisten. :)

1. Mulai dari Hal yang Disukai
Menjadi seorang penulis itu mudah. Ini serius, walaupun kelihatannya susah tetapi tidak juga. Mulailah dari hal-hal yang disukai untuk memulai tulisan-tulisan Anda. Jika Anda suka dengan teknologi, maka buatlah tulisan tentang teknologi. Entah itu tentang ponsel atau komputer, bahkan internet. Jika Anda suka makan, maka tulislah hal-hal yang berkaitan dengan makanan, entah itu tentang gizi, rekomendasi wisata kuliner, atau masih banyak hal lainnya. Memulai dari hal yang disukai membuat kita menuliskannya dengan senang hati pula. Tetapi tetap boleh menulis apapun kok, hanya saja berdasarkan pengalaman, mereka yang menulis hal-hal yang mereka suka akan lebih tahan lama semangat dan konsistensi menulisnya.

2. Menulis Berarti Meninggalkan Karya Abadi
Satu hal yang perlu diingat agar kita selalu produktif adalah, dengan menuliskan sesuatu yang bermanfaat maka kita sedang mewakafkan waktu kita untuk menebarkan ilmu dan karya yang abadi. Tulisan memiliki umur yang jauh lebih panjang daripada penulisnya. Banyak sekali buku-buku yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun dan masih ada hingga saat ini. Bayangkan, dengan menulis Anda bisa meninggalkan sebuah warisan yang bermanfaat. Kalau kata Nabi Muhammad, salah satu amal yang terus mengalir walaupun orangnya sudah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. Bayangkan berapa banyak orang yang nantinya mendapatkan manfaat ilmu dari Anda?

3. Talk Less, Do More!
Yang penting mulai! Biasanya penulis-penulis pemula hanya semangat pada awalnya saja, kemudian melempem ketika harus memulai menulis karena bingung untuk memulai tulisannya darimana. Talk Less, Do More. Lakukan saja, tuliskan saja apa yang ada di benak Anda. Biarkan terus mengalir, mengalir, dan mengalir maka Anda akan kaget bahwa sebenarnya Anda bisa menjadi seorang penulis yang keren.

4. Minta Feedback terhadap Tulisan
Tulisan yang baik adakalanya tidak diciptakan dalam waktu relatif singkat, tetapi membutuhkan sebuah proses yang cukup panjang di dalamnya. Salah satu yang bisa meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan meminta feedback terhadap tulisan tersebut. Semakin menarik lagi jika tulisan itu mampu menjadi bahan diskusi dan topik pembicaraan dari para pembacanya, berarti tulisan Anda memiliki IMPACT yang baik.

5. Kembangkan Kredibilitas dalam Menulis
Semua bisa menulis tetapi hanya sedikit orang yang bisa memiliki kredibiltas. Kredibilitas dibangun dari kejujuran dan integritas seorang penulis dari apa yang ditulisnya. Jika tulisan-tulisan Anda penuh kebohongan kemudian Anda nyatakan sebagai fakta, itu sama saja dengan membunuh kredibilitas Anda sendiri. Apalagi jika Anda menjiplak tulisan dan kemudian melakukan klaim sebagai karya tulisan Anda, maka siap-siap Anda tidak dipercaya lagi sebagai seorang penulis yang kredibel.

6. Manfaatkan Teknologi
Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat ini haruslah dimanfaatkan untuk menghasilkan karya. Bahkan facebook dan twitter pun seringkali menjadi media penyebaran tulisan dan tulisan-tulisan itu mampu memberikan IMPACT terhadap pembacanya. Tetapi tetap yang paling utama biasa digunakan untuk keperluan menulis adalah website atau blog. Tetapi intinya, teknologi saat ini sudah sangat memudahkan dan mempercepat kita untuk menulis. Maka, tunggu apalagi? Mulailah menulis sekarang juga!

7. Tantangan 45 Hari
Tantangan ini merupakan tantangan pembiasaan untuk menghasilkan tulisan. Pertama buatlah sebuah blog, kemudian tuliskan satu artikel setiap harinya di blog Anda selama 45 hari berturut-turut. Terdengar gila? Tidak juga. Tidak perlu panjang-panjang. Setengah halaman A4 saja cukup, asalkan memang tulisan itu kreasi atau inovasi dari Anda (bukan copy paste).

8. Share Tulisan Anda!
Jangan lupa untuk selalu menyebarkan tulisan Anda di hadapan publik, atau minimal ke teman-teman yang bisa Anda percaya. PD aja, toh nanti kalau masih kurang-kurang kita bisa belajar dari sana. Banyak sekali dari teman-teman Kak Arry yang memiliki karya tulisan yang bagus tetapi karena tidak PD, akhirnya karyanya tidak dipublikasikan padahal bagus sekali. Anda juga bisa mencoba bergabung di milis-milis penulisan, jurnalistik, atau grup-grup Facebook sekedar untuk berbagi tulisan Anda. Ingat bahwa tulisan Anda adalah ilmu yang bermanfaat maka sebarkanlah manfaat itu ke seluruh pelosok dunia.

Itulah 8 resep bagaimana agar diri kita menjadi seorang penulis produktif. Menulis itu mengasyikkan, membuat kita selalu belajar, belajar, dan belajar namun juga sekaligus menghasilkan karya yang dapat dinikmati orang banyak. Selamat menjadi penulis, semoga sukses dan salam CerdasMulia!

Posted By : Blog Kak Ariy

Penulis : Yusuf Assidiq

Nasihat memiliki tempat yang penting dalam agama Islam. Memberi nasihat dapat memantapkan persaudaraan di antara umat Islam. Terlebih, bila nasihat yang disampaikan seorang Muslim semata-mata hanya karena Allah dan muncul sebagai wujud kasih sayang terhadap saudaranya.

Tak heran jika Nabi Muhammad SAW menjadikan nasihat sebagai tiang agama sekaligus barometer dalam melaksanakan agama. Tamim ad-Dari RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Agama itu nasihat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW senantiasa memberikan nasihat dan wasiat kepada para sahabat dan umatnya.  Syekh Mahmud al-Mishri  dalam Ensiklopedi Akhlak Muhammad SAW, mengungkapkan, secara bahasa nasihat diambil dari kata an-nashihah. Ibnu Manzur menjelaskan, nashahasy-syai berarti ”sesuatu itu murni”.

An-Nashih artinya sesuatu yang murni dari amal dan lainnya. Sedangkan an-Nush artinya ikhlas dan jujur di dalam musyawarah dan amal. Menurut Ibnu Atsir, nasihat adalah kata yang dioergunakan untuk mengungkapkan keinginan yang baik bagi orang yang dinasihati.

”Nasihat adalah mengajak orang lain untuk melaksanakan sesuatu yang mengandung kemaslahatan dan melarang mengerjakan sesuatu yang mengandung kerusakan,” papar ahli bahasa dari abad ke-11 M, Abu Bakr Abd ul Qahir ibnu Abdur-Rahman al-Jurjan. Nasihat itu tentunya mencakup Allah SWT,  rasul-Nya, Kitab-Nya, para pemimpin umat dan kaum Muslimin secara umum.

Sebuah nasihat haruslah disampaikan sebagai bentuk rasa cinta yang murni kepada orang lain, tentunya lewat pesan-pesan yang mengantarkan orang lain menuju kepada kemaslahatan. Menurut Dr Muhammad al-Hasyimi, sekecil apapun nasihat yang disampikan  bernilai mulia di hadapan Allah.

Dalam sebuah hadis Nabi SAW bersabda, ”Agama adalah ketulusan (nashihah).” Kami bertanya, ”Kepada siapa?” Beliau bersabda, ”Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin Muslim dan masyarakat umum.” (HR Muslim).  Menurut Syekh al-Mishri, memberi nasihat termasuk sifat para nabi. Sebab, para nabi tak pernah bosan untuk memberi nasihat kepada kaumnya untuk beriman.

Agar saat menyampaikan nasihat menuju kebenaran dapat tersampaikan dengan baik, seorang Muslim perlu memperhatikan etika memberi nasihat kepada orang di sekeliling kita. Lantas apa saja adab memberi nasihat itu? Syekh al-Mishri mengungkapkan ada beberapa etika dalam memberi nasihat kepada orang lain:

Pertama, niat tulus hanya karena Allah SWT.  Pemberi nasihat hanya mengharapkan ridha Allah dan balasan di akhirat. Ia menyampaikan nasihat bukan karena ingin mendapatkan keuntungan duniawi, riya (ingin dipuji orang lain) dan sum’ah (menceritakan kebaikannya kepada orang lain).

Kedua, berdasarkan ilmu. Memberi nasihat dengan ilmu merupakan sebuah keharusan dalam arti menguasai materi yang akan dinasihatkan. Tanpa didasari ilmu, bisa jadi seseorang akan menasihati dengan hal-hal yang munkar dan justru melarang yang makruf (baik).

Ketiga, berhias diri dengan akhlak lemah lembut. Pemberi nasihat wajib memiliki akhlak yang lemah lembut dan santun dalam menyampaikan nasihat. Hal ini diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan Harun AS saat berdakwah kepada Firaun. ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS Thaha:44).

Keempat, memilih cara yang tepat. Cara memberi nasihat berbeda-beda sesuai dengan situasi, kondisi dan kepribadian seseorang. Dalam banyak keadaan, manusia justru membutuhkan nasihat melalui keteladanandari seorang figur. Menasihati anak-anak berbeda dengan menasihati orang dewasa.

Kelima, tidak bertujuan mencela atau menyebarkan keburukan. Keenam, nasihat meliputi urusan agama dan dunia. Ketujuh, menasihati secara rahasia. Kedelapan, si pemberi nasihat wajib bersabar bila orang itu tidak bersedia menerima nasihatnya.

Syekh al-Mishiri, mengingatkan bahwa nasihat yang paling utama adalah nasihat untuk diri sendiri.  ”Dia harus menasihati diri sendiri sebelum menasihati orang lain,” tuturnya.  Mereka yang menipu dirinya sendiri, tidak bisa diharapkan dapat menasihati orang lain. Allah SWT mencela orang-orang yang memerintahkan kebaikan kepada orang lain, namun dia sendiri tidak melaksanakannya.

”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3).

Nasihat yang disampaikan dengan tulus, papar Syekh al-Mishri, dapat berpengaruh besar terhadap diri seseorang dan mendorongnya untuk melaksanakan nasihat yang diterimanya. Pada akhirnya, nasihat atau wasiat akan menjadi bagian takwa, mengingat kebenaran dan berpikir.

Posted By : Republika Online

Oleh : Margaret Puspitarini

Mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang mahasiswa. Terutama ketika mampu mempertahankan IPK sempurna tersebut hingga menyandang gelar sarjana.

Prestasi ini berhasil diraih oleh tiga dara asal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mereka adalah dua mahasiswa angkatan 2008, yakni Donna Ardelia dan Fani Phisca, serta Laras Susanti mahasiswa angkatan 2007.

Pada acara wisuda yang gelar kemarin, tiga srikandi ini mendapatkan IPK sempurna yakni 4,00. Apa saja sebenarnya formula yang dibutuhkan tiga mahasiswa ini sehingga mendapatkan nilai tersebut?

Dari penuturan ketiganya, kunci sukses di bidang akademis ini berasal dari manajemen waktu dan menentukan skala prioritas selama perkuliahan. Demikian seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (22/2/2012).

Donna menjelaskan, selalu membuat skala prioritas antara belajar dengan kegiatan lain di luar kampus seperti organisasi serta menekankan rasa bertanggungjawab atas diri sendiri. “Jujur, saya selalu membuat skala prioritas untuk tugas dan kegiatan harian agar semuanya bisa berjalan lancar,” kata Donna.

Dara yang lulus dengan masa studi cukup singkat, yakni tiga tahun empat bulan ini, memiliki kebiasaan unik ketika ujian. Dia memulai belajar ketika larut malam hingga dini hari. Menurut Donna, hal ini justru membantunya lebih fokus. “Nilai di awal semester 4,00 juga menjadi pemacu semangat bagi saya. Itu starting poin yang bagus sehingga harus saya pertahankan,” ujar gadis kelahiran Bandar Lampung, 14 Juli 1990 tersebut.

Laras menambahkan, kunci sukses yang selalu dipegangnya adalah manajemen waktu, rajin membaca berita, dan sering berdiskusi. “Kita harus bisa membagi waktu. Tapi dari ketiga hal itu, menurut saya kunci sukses yang lebih penting adalah mencintai ilmu yang ditekuni,” kata Laras.

Mahasiswi yang sempat menjadi juara 1 tingkat nasional pada Debat Mahkamah Konstitusi 2011 tersebut mengungkapkan, kondisi keuangan keluarga yang miskin dan tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, justru menjadi motivasi baginya. Maka dia berusaha untuk terus mencari beasiswa selama perkuliahan.

“Saya sudah siap mencari beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 untuk mewujudkan cita-cita saya sebagai dosen di Fakultas Hukum. Saya yakin, dari Fakultas Hukum inilah lahir para penegak hukum yang kiprahnya dinanti masyarakat luas,” tutur mahasiswa yang telah jatuh cinta pada bidang hukum sejak duduk di bangku SMA.

Jauh berbeda dengan Donna dan Laras yang telah mencintai dunia hukum sejak lama, Fani justru tidak berminat pada bidang tersebut pada awal masuk kuliah. Keputusannya memilih jurusan Hukum merupakan saran dari sang ayah yang menginginkannya menjadi aparat penegak hukum. “Iya, akhirnya berjodoh karena diterima di Fakultas Hukum UGM,” kata Fani.

Setelah diterima di Fakultas Hukum UGM, perlahan Fani mulai belajar mencintai ilmu hukum. Menurut Fani, ketika sudah terjun dan menekuni sesuatu maka harus fokus dan mencintainya. “Inilah yang saya terapkan selama studi untuk fokus pada tujuan utama, yaitu kuliah dan meraih prestasi semaksimal mungkin serta menikmati proses belajar sebaik-baiknya. Bagi saya proses itu penting, proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula,” kata gadis kelahiran Purbalingga, 2 Juni 1991 ini.

Meski berkomitemen untuk meraih nilai gemilang, tidak melunturkan keikutsertaan ketiga mahasiswa ini dalam kegiatan berorganisasi. Ternyata, para peraih nilai sempurna ini juga merupakan anggota dari berbagai organisasi kampus. Mulai dari Badan Penerbitan Pers Kampus hingga Menteri Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Senada dengan Donna, Fani mengungkapkan pentingnya menentukan skala prioritas antara kegiatan organisasi dan perkuliahan. “Tentukan mana yang paling penting. Ketika kegiatan organisasi mendesak, tidak bisa ditinggal dan ditunda, ya sesekali saya mementingkan organisasi. Hanya sesekali saja, yang paling utama tetap kuliah,” ujar gadis yang bercita-cita menjadi jaksa itu.(mrg)(rhs)

Posted By : Okezone Kampus

Oleh : Ina Febriany

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah tujuh dosa yang akan membinasakan. Sahabat bertanya, ‘’Yaa Rasulullah, apakah dosa-dosa itu? Jawab Nabi SAW, ‘’Syirik mempersekutukan Allah Swt, melakukan sihir, membunuh jiwa manusia yang telah diharamkan Allah Swt kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari perang jihad, menuduh zina pada wanita mu’minat,’’ (HR Bukhari Muslim)

Dalam hadis di atas, Abu Hurairah menyebut tujuh dosa yang membinasakan. Dikatakan membinasakan karena dari dosa tersebut bukan hanya merusak keimanan diri sendiri, namun juga ada hak-hak muslim yang dirusak oleh si pembuat dosa. Dosa pertama yang tersebut dalam hadits di atas ialah dosa yang takkan terampuni, yakni syirik (mempersekutukan Allah).

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang ia kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)
Firman Allah Swt dalam QS An-Nisaa di atas mengisyaratkan bahwa Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi pendosa apapun namun tidak untuk dosa syirik. Karena pertama, syirik adalah bentuk kedurhakaan seorang makhluq kepada khaliq. Kedua, syirik sudah termasuk dalam kategori dosa tertinggi dari dosa apapun menurut Quran dan sunnah yang ganjarannnya adalah neraka, apabila si musyrik tidak menyadari dan bertaubat dari dosa-dosa syiriknya.

Sejalan dengan perihal syirik, dari Abdullah bin Mas’ud r.a Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya akan memasuki neraka,” (HR Bukhari Muslim)

Dosa yang membinasakan kedua adalah sihir. “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir. Padahal Sulaiman tidak kafir hanya syaithan-syaithanlah yang kafir…,” (QS Al-Baqarah: 102).

Tingkatan sihir hampir dekat dengan syirik. Jika syirik adalah bentuk kedurhakaan dan pengingkaran seorang hamba pada dzat dan kuasa Allah Swt, maka sihir adalah perbuatan yang tidak hanya dilakukan atas dasar pengingkaran pada Allah, namun juga penyakit hati yang tertanam pada sesama yang menyebabkan ia buta sehingga membinasakan orang lain, bisa dalam bentuk membuat hidupnya sengsara, tertimpa penyakit, atau pun sampai menyebabkan saudara semuslim tersebut meninggal karena penyakit hatinya yang kian bengkak tersebut. Oleh karenanya, disebutkan dalam hadits, lantaran perbuatan sihir ini sungguh merugikan diri sendiri dan orang lain, maka ibadah orang yang melakukan sihir tidak diterima Allah Swt hingga ia sadar, bertaubat dan memohon maaf pada orang yang telah ia rugikan.

Ketiga, dosa yang membinasakan ialah membunuh, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan mmebunuh para Nabi yang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Maka gembirakanlah bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih,” (QS Ali Imran: 21)

Membunuh sesama muslim adalah termasuk dosa besar baik dihadapan Allah dan tercela dihadapan manusia. Islam sangat mengatur hak-hak tiap muslim agar dapat hidup secara tentram dan saling menghargai hak-hak tersebut. Tak hanya sesama muslim, kepada kaum kafir yang jika si pembunuh ada perjanjian damai pun Allah mengatur ganjaran yang harus dilakukan si pembunuh tersebut. Oleh sebabnya, dalam Islam, masalah pembunuhan secara detail dijelaskan oleh Allah, di antaranya yakni dalam surah An-Nisaa, Allah berfirman,
“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin yang lain kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan tidak sengaja hendaklah ia memerdekakan hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga (si terbunuh) kecuali jika keluarga si terbunuh itu ridha. Jika si terbunuh itu dari kaum kafir yang ada perjanjian damai antara mereka dengan kamu, maka hendaklah si pembunuh membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga si terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak memperolehnya (hamba sahaya) maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,” (QS An-Nisaa: 92).

Dalam surah lain, agar lestarinya kelangsungan hidup manusia, tidak terjadi pembunuhan di antara sesama muslim, dan jera-nya orang-orang yang terlanjur membunuh sesama, Allah  mengatur masalah pembunuhan melalui hukum Qishash.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti cara yang baik dan hendaklah yang diberi maaf membayar diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu adalah keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” (QS Al-Baqarah: 178)

Keempat, riba. Dalam surah Al-Baqarah, Allah berfirman, “Hai orang orang yang beriman bertakwalah pada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman,” (QS Al Baqarah: 278)

Kelima, memakan harta anak yatim. “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta diantara mereka. Jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar,” (QS An-Nisaa: 2)

Memakan harta anak yatim adalah haram hukumnya bagi tiap-tiap Muslim beriman. Adapun mereka yang memakan harta anak yatim, hakikatnya mereka hanyalah memakan api dalam perut mereka lengkap dengan neraka sebagai tempat kembalinya, seperti halnya firman Allah Ta’alaa, “Sesungguhnya orang-orang yang makan harta anak yatim dengan zalim, pada hakikatnya mereka hanya makan api di dalam perut mereka dan mereka akan memasuki neraka sa’ir,” (QS An-Nisaaa: 10)

Tepat di bulan Muharram ini, yang biasa disebut dengan lebaran anak yatim, sepatutnyalah kita menyayangi dan menyisihkan rizki untuk mereka, sebab, setiap Muslim yang mencintai anak yatim, kelak akan berada di surga bersama Rasulullah Saw, “Siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan orang yang bangun pada malam hari dan puasa pada siang hari dan bagaikan orang yang menghunus pedangnya untuk berjihad tiap pagi dan sore. Kelak, mereka akan berada di surga bersamaku layaknya saudara sebagaimana kedua jari ini bersaudara (yaitu telunjuk dan jari tengah),” (HR Ibnu Majah)

Keenam, lari dari peperangan. Firman Allah Ta’alaa dalam QS Al-Anfaal, “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur),” (QS. Al-Anfaal: 15)
Lari dalam peperangan—diibaratkan sebagai orang yang telah menyerahkan dirinya untuk syahid di jalan Allah Swt, lalu mereka menyerah lantaran takut mati. Dalam hal ini, Allah sangat tidak suka terhadap muslim yang berkepribadian mudah menyerah seperti ini. Tak hanya dalam peperangan, jihad melawan hawa nafsu juga disejajarkan sebagai jihad yang tidak mudah ditaklukkan, sehingga seorang muslim tak boleh gentar melawannnya.

Terakhir, menuduh wanita mukmin berzina. “Sesunguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik lagi beriman (berbuat zina), mereka tertimpa la’nat dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar,” (QS An-Nuur: 23). Tuduhan berzina yang dialamatkan kepada wanita baik-baik padahal mereka tidak pernah melakukannya mengingatkan kita pada kisah Ibunda Isa as, Maryam. Dan, sudah selayaknya fitnah tersebut membawa si penebar fitnah ke dalam azab nan dahsyat, neraka jahannam sebab ia tidak hanya berdusta di hadapan manusia, tapi juga berdusta dihadapan Zat Yang Maha Mengetahui, Allah Subhaanahu Wata’alaa. Wallahu a’lam bish shawwab.

Posted By : Republika Online

Oleh : Meylina Hidayanti

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh…” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra,).

Begitulah proses penciptaan manusia. Setiap insan telah melaluinya, langkah demi langkah. Setiap tahapan dalam proses pun telah diperhitungkan dengan cermat, tepat dan tanpa cacat sedikitpun.

Mengapa diperlukan proses tersebut? Bukankah Allah mampu menciptakan semua manusia sekaligus bila Ia menghendaki? Lagi pula hanya Dialah Allah Sang Maha Kuasa, Maha Mengetahui?

Proses tersebut diciptakan dan di dalamnya terkandung makna luar biasa. Sungguh Allah sebenarnya telah mendidik hamba-hambaNya semenjak ia berada dalam perut ibundanya, tarbiyah istimewa dariNya yakni tentang kesabaran. Ada proses yang harus dilalui dan itu membutuhkan kesabaran

Kesabaran terhadap segala sesuatu yang telah ia tetapkan, kesabaran dalam menjalani perintah-perintahNya, meski sungguh teramatlah mudah bagi Allah sang Maha Pencipta untuk menciptakan manusia sekaligus membuat mereka semua patuh. Namun Allah menghendaki manusia menjalani proses dan bagaimana menjalani tahapan demi tahapan dengan bersabar.

Bila bukan karena kesabaran dan ketabahan, tentulah Siti Hajar tidak akan mondar-mandir, pulang dan pergi antara dua gunung yang kecil, Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mendapatkan setetes air untuk putranya, ismail.

Contoh kesabaran juga bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, terpisah dari ayah kandungnya, dan dipenjara sebagai tahanan, hingga pada akhirnya ia menjadi seorang penguasa Mesir. Nabi Yusuf melalui perjalanan yang amat panjang.

Sebagaimana pula Rosulullah saw yang rela dicerca dan dilempari batu hingga cedera pada kedua kaki Rasulullah oleh kaum Bani Tsaqif ketika beliau hijrah ke Thaif. Begitulah proses langkah demi langkah yang akan senantiasa berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Seorang anak kecil tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Ia harus merangkak terlebih dulu. Itu pun tak bisa dilakukan ketika si bocah masih di bawah sembilan bulan.

Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa langsung berlari. Kadang keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Butuh beberapa waktu lagi bagi si bocah untuk bisa benar-benar berjalan seimbang. Itulah waktu yang telah ditentukan dan tak bisa dielakkan dalam tahapan proses.

Namun dalam menjalani proses, sering kali manusia ingin mempercepat waktu. Contoh paling mudah saat ingin sembuh dari sakit. Ada usaha yang harus dilalui untuk mendapatkan kesembuhannya dan ketika meminum obat dari dokter pun terdapat syarat seperti sekali sehari, 2 kali sehari atau 3 kali sehari.

Tidak bisa kesembuhan diraih dengan serta merta meminum semua obat sekaligus. Justru ketika pasien melakukan hal tersebut akan mengakibatkan over dosis. Sifat ketergesaan inilah yang kerap menguasai seseorang dan membuat manusia sulit bersabar.

Senantiasa terdapat efek samping yang negatif dari tergesa-gesa. Manusia mudah melupakan segalanya dan senantiasa ingin mendapatkan apa yang diinginkannya dengan sesegera mungkin

Sebagaiman dalam beberapa firmannya “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera” (QS. al-Anbiya’: 37).

Proses kehidupan perlu dilalui dengan sabar dan tenang, langkah demi langkah sebagaimana Allah mengajarkan proses terciptanya manusia.

Bersabarlah, karena semua ada masanya, seperti pelajaran ulat yang beralih rupa menjadi kupu-kupu elok. Bersabarlah, maka kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita harapkan. Justru sikap tergesa-gesa hanya membuat banyak energi terbuang sia-sia, membuat banyak ajaran dan petunjuk dari Allah terabaikan dan bahkan apa yang diupayakan bisa berakhir buruk, mirip dengan efek over dosis. Wallahua’lam.

Posted By : Republika Online

Hak-Hak Anak Yatim

OlehProf Dr KH Achmad Satori Ismail

Ka’ab bin Malik RA berkata, “Masalah pertama yang menyebabkan Abu Lubabah tercela adalah karena dia dan anak yatim berselisih tentang dahan banyak tangkai (yang disenanginya).” Keduanya mengadu kepada Rasulullah SAW dan beliau memenangkan Abu Lubabah. Anak yatim tersebut menangis. Lalu Rasul bersabda, “Wahai Abu Lubabah, berikanlah dahan itu untuknya.” Abu Lubabah keberatan. Rasulullah SAW mengulangi permintaan beliau, “Berikanlah dahan itu kepadanya dan kamu akan mendapatkan surga.”

Tapi, Abu Lubabah tetap menolak. Tidak lama kemudian datanglah Abu Dahdah menghampiri Abu Lubabah seraya berkata, “Juallah dahan itu dengan dua kotak kebunku.” Abu Lubabah menerimanya.

Lalu, Abu Dahdah membawa dahan itu kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, “Wahai Rasul, jika aku berikan dahan ini kepada anak yatim itu, apakah aku akan mendapatkan semisal dahan ini di surga.” Nabi SAW mengiyakannya. Maka, dahan itu diberikan kepada anak yatim itu, dan Rasul bersabda, “Betapa banyak dahan wangi yang dimiliki Abu Dahdah di surga kelak.” ( HR Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Hadis ini menggambarkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap anak yatim. Kalau kita telusuri ajaran Islam, kita dapatkan aneka cara dalam memperlakukan hak anak yatim.
Pertama, berbuat baik kepada anak yatim merupakan akhlak Islam yang agung bahkan dijadikan sebagai amalan paling utama dan paling suci. (QS al-Baqarah [2]: 177). Sebelum Islam datang, anak yatim tak mendapatkan perhatian apalagi santunan yang layak. Lalu, Islam memuliakannya dan melarang untuk mengeksploitasinya. (QS al-An’am: 152-153, al-Isra: 34).

Memakan harta anak yatim merupakan salah satu dosa besar dan penyebab masuk neraka. Rasul SAW bersabda, “Jauhilah tujuh dosa besar, yakni menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita mukmin yang lalai.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, Alquran melarang penghinaan dan menyakiti anak yatim. (QS al-Fajr: 15-23, adh-Dhuha; 9, al-Ma’un: 1-3). Dan ketiga, Alquran memerintahkan supaya kita memuliakan anak yatim dan balasannya adalah surga. (QS al-Insan: 8-22).

Keempat, Nabi telah menegaskan bahwa anak yatim dan wanita lemah adalah golongan yang harus diperhatikan dan dipelihara. Abu Syureih al-Khuza’i meriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, aku merasa berat dengan hak dua kelompok lemah ini, yaitu hak anak yatim dan hak perempuan.” ( HR an-Nasai).

Kelima, Islam menegaskan bahwa penyantun dan penjamin anak yatim akan menjadi teman dekat Rasulullah di surga. “Aku dan penjamin anak yatim berada dalam surga seperti telunjuk dan jari tengah. Rasul mengisyaratkan dengan dua jari tengah dan menjarangkan jari-jari lainnya. ( HR Bukhari dan Ahmad).

Keenam, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Dari sini, kita wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka bukan saja aspek material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan spiritual.

Posted By : Republika Online

Penulis : Ikarowina Tarigan

Apa pengobatan yang terbaik untuk flu?

Tidak ada yang dapat mengobati flu biasa yang seringkali menyerang. Hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah mengkonsumsi banyak air agar badan tidak kekurangan cairan. Kondisi ini akan mencegah munculnya infeksi lain. Hindari minuman seperti kopi, teh, serta kola yang mengandung kafein. Minuman ini akan mengganggu sistim cairan dalam tubuh Anda.

Kalau masalah makanan, ikuti saja selera Anda. Jika tidak benar-benar lapar, cobalah mengkonsumsi makanan sederhana seperti beras putih atau kaldu. Sop ayam juga bisa membantu, uapnya akan melonggarkan saluran napas. Jahe juga dipercaya bisa mengatasi rasa tidak nyaman atau pual di perut. Minuman sejenis tuak bisa membantu tidur, tetapi berhati-hatilah mengkombinasikan alkohol dengan obat flu lainnya.

Obat-obat flu yang banyak dijual juga bisa meredakan rasa sakit dan demam. Akan tetapi, ahli kesehatan tidak lagi meyakini kalau ini bisa menekan demam ke tingkat yang paling rendah.

Aspirin. Orang-orang yang berusia muda dan anak-anak sebaiknya tidak menggunakan aspirin karena bisa menimbulkan sindrom Reye.

Dekongestan bisa membantu melancarkan pernapasan dengan mengecilkan perdangan membran mukus di hidung. Tetapi gunakanlah selama tidak lebih dari 2-3 hari.

Saline Nasal Spray bisa membantu membuka saluran pernapasan dan bisa digunakan secara bebas.

Obat batuk tidak terlalu efektif. Bagi penderita batuk ringan, air dan jus buah akan lebih membantu.

Berkumur dengan air garam bisa membantu meredakan sakit tenggorokan.

Seberapa efektifkah penyembuhan alami seperti seng dan vitamin C?

Beberapa studi menunjukkan bahwa zinc nasal spray membantu mengurangi gejala flu dan mempersingkat waktu alami flu. Teorinya, zinc spray melapisi virus influenza dan mencegahnya menempel ke sel nasal, gerbang masuk virus ke dalam tubuh. Ada juga studi yang menunjukkan kalau seng tidak efektif.

Untuk vitamin C, studi terbaru menunjukkan kalua vitamin C tidak terlalu efektif. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah besar, akan mempersingkat waktu mengalami flu.

Untuk mencegah flu dengan cara alami, cara terbaiknya adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Makanan dari daun hijau gelap seperti bayam kaya akan vitamin A dan C. Salmon merupakan sumber lemak omega-3, yang berperan melawan peradangan. Yogurt rendah lemak juga membantu menstimulus sistem kekebalan tubuh.

Olahraga secara teratur, misalnya dengan melakukan aerobik atau jalan, juga meningkatkan kekebalan tubuh. Orang yang berolahraga masih mungkin terserang virus, tetapi gejala-gejalanya akan lebih ringan. Mereka juga akan sembuh lebih cepat dibandingkan dengan orang yang kurang sehat.

Posted By : Media Indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.